Definisi Ruqyah


RUQYAH..?


Masih ada dalam masyarakat kita yang mempunyai persepsi yang kurang benar tentang ruqyah, mereka beraganggapan bahwa ruqyah hanya digunakan untuk mengusir jin saja.Dari penelusuran penulis, ternyata ruqyah mempunyai manfaat untuk beberapa terapi diantaranya, untuk terapi penyakit fisik dan psikis. Secara medis terapi ruqyah sudah diakui keefektifannya untuk mengobati penyakit fisik maupun psikis. Terapi ruqyah yang digunakan untuk mengusir jin keefektifannya tergantung pada keadaan terapis, pasien, dan lingkungan dalam proses terapi.


Pendahuluan

Ada persepsi di kalangan masyarakat awam bahwa terapi ruqyah adalah terapi untuk gangguan atau kesurupan jin atau hal-hal yang bersifat gaib. Kesalahan persepsi tersebut boleh jadi karena sering diadakan ruqyah masal untuk mengusir jin yang ada di dalam diri manusia. Biasanya sebelum diadakan ruqyah masal, peruqyah memberi penjelasan-penjelasan tentang ruqyah yang hanya terbatas untuk mengusir jin. Jarang para peruqyah menjelaskan lebih luas penggunaan metode ruqyah tersebut untuk penyembuhan fisik dan psikis. Paling-paling peruqyah hanya menjelaskan masalah ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah dan kurang pembahasan secara ilmiah.


Definisi Ruqyah menurut bahasa

Ruqyah diambil dari kata bahasa arab yang artinya sembuh. Sembuh dari suatu penyakit baik lahir maupun bathin.

Definis Ruqyah menurut istilah yaitu metode penyembuhan yang menggunakan metode ayat-ayat suci Al-quran , Sunnah, doa-doa dan dzikir-dzkir yang sesuai dengan Syariat Islam. Hal ini dipertegas oleh Allah SWT didalam Al-quran yaitu : “ Dan kami telah turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang yang beriman ( QS.al-Isra’:82 ).Sebagian ahli Tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan obat adalah penyembuhan secara spiritual seperti dari penyakit keraguan, bimbang, syirik,kefasikan dan pengaruh dari kekuatan jin dan syaithan.Dan bukan tidak mungkin penyakit jasmani dapat disebuhkan atas idzin Allah SWT.

Adapun dalil Hadits yang menguatkan tentang Ruqyah,bahwa Nabi Muhammad saw pernah didatangi oleh seorang wanita yang berobat kepada Rasululloh saw, lalu kemudian beliau mengobatinya dengan membacakan ayat-ayat Al-quran dan bersabda “ Obatilah ia dengan memakai ayat-ayat Allah SWT. ( Hadits dishahihkan oleh Al-Bani dari Aisyah r.a. )

Sejarah Adanya Ruqyah

Sebenarnya Ruqyah sudah ada pada zaman Nabi Muhammad saw, ketika beliau

Sedang berjalan bersama sahabatnya kesuatu lembah.sejarah perjalan beliau itu diabadikan lewat hadits Rasululloh saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori yang berbunyi : “ Pada suatu ketika beliau sedang berjalan bersama kelompok sahabatnya , lalu memasuki sebuah lembah perkampungan Arab, maka mereka meminta agar orang kampung itu menyambut mereka sebagai tamu,tetapi mereka menolaknya. Kemudian kepala kampung tersebut tiba-tiba terkena gigitan binatang berbisa, lalu mereka datang kepada para sahabat Nabi saw dan bertanya, “ Adakah diantara kalian yang dapat mengobati gigitan binatang berbisa ??.., Abu Sa’id menjawab , “ saya bisa…!,akan tetapi saya tidak akan mengobati tanpa kalian beri kami imbalan “. Lalu mereka berjanji jika kepala kampung mereka sembuh maka akan diberikan imbalan,.Lalu Abu Sa’idpun mengobati kepala kampung tersebut. Lalu kepala kampuing itupun segera sembuh dan dapat berdiri kembali seakan-akan ia baru lepas dari belenggu. Kemudian penduduk kampung tersebut memberikan beberapa ekor kambing . Lalu Nani saw bertanya kepada Abu Sa’id : “ Dengan ayat apa engkau mengobatinya ? “,Dengan Surat Al-fatihah jawab Abu Sai’d.Kemudian Nabi saw bersabda : “ Kalian telah melakukan sesuatu yang benar. Bagi-bagilah Imbalan itu dan berikan untukku bersama kalian “.

Dihadits lainpun Nabi saw bersabda : “ Bacakan olehmu ayat-ayat Al-quran ,karena bacaaan tersebut boleh selama didalam bacaan tersebut tidak mengandung unsur syirik. ( HR.Muslim ).Hadits tersebut menjelaskan tentang metode pengobatan lewat bacaan ayat-ayat suci Al-quran sangat dibolehkan sepanjang didalam bacaan dan prakteknya tidak dicampuri oleh jampi-jampi dan praktek kemusyrikan.

Dari uraian tersebut jelas dan dapat difahami bahwa ternyata metode ruqyah sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw.


Penutup

Terapi ruqyah merupakan salah satu terapi yang digunakan Rasulullah SAW dari beberap terapi yang lain dalam mengobati penyakit. Terapi ruqyah tidak hanya digunakan untuk mengusir jin, tetapi juga untuk terapi penyakit fisik dan psikis. Secara medis terapi ruqyah sudah diakui keefektifannya untuk mengobati penyakit fisik maupun psikis. Terapi ruqyah yang digunakan untuk mengusir jin keefektifannya tergantung pada keadaan terapis, pasien, dan lingkungan dalam proses terapi.

PENGERTIAN GHIBAH


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bismillah

ARTI GHIBAH DALAM ISLAM
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
اتدرون ما الغيبه؟ قالوا: الله ورسوله أعلم .قال:الْغِيبَة ذِكْرك أَخَاك بِمَا يَكْرَه قِيلَ : أَفَرَأَيْت إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُول ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْته ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتّه
“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Kemudian beliau shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Engkau menyebut-nyebut saudaramu tentang sesuatu yang ia benci.” Kemudian ada yang bertanya, “Bagaimana menurutmu jika sesuatu yang aku sebutkan tersebut nyata-nyata apa pada saudaraku?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang apa yang engkau ceritakan tersebut ada pada dirinya itulah yang namanya ghibah, namun jika tidak berarti engkau telah berdusta atas namanya.” (HR Muslim 2589 Bab: Al-Bir Wash Shilah Wal Adab)

PENGERTIAN IRI DAN DENGKI

Hati (bahasa Arab Qalbu) adalah bagian yang sangat penting daripada manusia. Jika hati kita baik, maka baik pula seluruh amal kita:
Rasulullah saw. bersabda,
“….Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati.” (HR Imam Al-Bukhari)

Sebaliknya, orang yang dalam hatinya ada penyakit, sulit menerima kebenaran dan akan mati dalam keadaan kafir.